Pada tanggal 16 Oktober 2024, acara puncak dari perayaan Giovannian di Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang berlangsung dengan khidmat di Lapangan Basket STISG. Dimulai pada pukul 17.00, puncak kegiatan ini dirayakan dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh dua imam yang baru saja menerima tahbisan, yaitu Romo Anang dan Romo David. Misa tersebut dihadiri oleh Rektor seminari, para Formator, serta seluruh anggota komunitas Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang, sehingga meneguhkan rasa kebersamaan dan persatuan dalam komunitas. Hadir pula Romo Teguh dan Ibu Ria dari Sekretariat Seminari yang turut menyaksikan dan mengambil bagian dalam perayaan ini.
Acara ini mengandung makna tentang kebersamaan dalam iman dan panggilan untuk hidup dalam kekudusan. Kebersamaan dalam komunitas seminari, yang diperkuat melalui kehadiran para imam baru dan seluruh komunitas, menggambarkan simbol persekutuan Gereja yang berakar pada iman kepada Kristus. Dalam tradisi Katolik, tahbisan imam merupakan simbol dari panggilan khusus untuk melayani dan menggembalakan umat. Kehadiran Romo Anang dan Romo David yang baru saja ditahbiskan mencerminkan komitmen baru dan kesegaran dalam semangat pelayanan pastoral yang dihidupi bersama oleh seluruh komunitas. Acara ini menjadi simbol dari perjalanan dan transformasi hidup, di mana perayaan Giovannian mengingatkan akan pentingnya proses pembentukan diri melalui refleksi dan pertumbuhan rohani yang terus-menerus.
Selain itu, perayaan diadakan di ruang terbuka seperti lapangan basket dimaknai sebagai persekutuan dengan Tuhan tidak terbatas pada ruang sakral Gereja, melainkan dapat diwujudkan di mana saja, terutama di tengah komunitas. Hal ini menyiratkan makna dari iman yang hidup, yang tidak hanya terbatas pada ritual tetapi meresap dalam keseharian kehidupan berkomunitas. Dengan demikian, puncak acara Giovannian ini menjadi refleksi spiritual yang sejati tentang kebersamaan, panggilan untuk hidup dalam kasih dan pelayanan, serta semangat untuk terus bertumbuh dalam iman.
0 Komentar:
Posting Komentar