Sukacita “Natal Bersama” Frater Diosesan Di Malang



Setelah menanti waktu yang tepat, para panitia Natal Bersama Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni (STISG) XXIII Malang berhasil melaksanakan event tersebut pada 15 Januari 2024. Kegiatan tersebut diawali dengan misa yang dipimpin oleh Rektor dan para formator STISG XXIII Malang. Selain para calon imam antar keuskupan yang melaksanakan studi di Kota Malang ini, turut hadir para karyawan Seminari memeriahkan pesta Natal Bersama. 

Misa pembukaan yang dipimpin oleh RP. Gregorius Tri Wardoyo, CM (rektor STIGS) tersebut berlangsung dengan hikmat. RD Aang Winarko, wakil rektor STIGS merangkap ekonom Seminari memberikan homili yang sangat berarti bagi para frater. Romo Aang pernah ditanya oleh sahabatnya melalui messenger chat “entah itu BBM atau WhatsApp” mengenai makna dari natal. Pertanyaan tersebut bukan suatu pertanyaan yang remeh sehingga harus dijawab dengan serius. Maka dari itu, Romo Aang menjawab bahwa makna natal adalah penyerahan diri. Natal bukan hanya menantikan penyelamat turun ke dunia atau bernostalgia tentang masa kecil akan indahnya hari natal, tetapi sungguh-sungguh penyerahan diri. Untuk mampu menyerahkan diri sepenuhnya, Romo Aang berkata bahwa penyerahan diri juga membutuhkan pengampunan. “Bagaimana seseorang dapat menyerahkan diri, apabila tidak disertai dengan pengampunan?” ungkapnya. Kontekstual dari penyerahan diri dalam kerangka pembinaan di Seminari mengenai persembahan seperti apa yang telah para frater berikan kepada komunitas STIGS? Romo Aang mengutip quotes Presiden Soekarno,”Jangan tanyakan apa yang bangsa ini berikan pada Anda. Tapi tanyakan apa yang sudah Anda berikan kepada Negara”. 

Selain dalam rangka Natal Bersama, misa tersebut juga menjadi pembuka awal semester genap dalam perkuliahan di STFT Widya Sasana Malang. Tepat pada 16 Januari 2024, para Frater kembali melaksanakan perkuliahan. Romo Aang diketahui akan mengakhiri masa tugas sebagai Wakil Rektor dan Ekonom STIGS. Beliau akan berkarya di Paroki sehingga ada beberapa hal yang disampaikan kepada para Frater. “Masih banyak tugas kita di sini yang belum selesai,” ungkapnya. Beliau merasa bersyukur dalam masa pelayanan di Seminari banyak suka duka yang boleh dilewati. Romo Aang mengungkapkan bahwa tugas di paroki nanti menjadi suatu kepenuhan imamatnya. Setelah melayani pembinaan di Seminari, beliau akan melayani umat di Paroki dengan berbagai macam kompleksitas di tengah-tengah umat dan itu merupakan tantangan tersendiri. 

Setelah misa, para Formator, frater dan karyawan Seminari melaksanakan ramah tamah di Refter. Beberapa Frater menampilkan penampilan untuk mengisi acara Natal bersama. Setelah itu, semuanya makan bersama dan penukaran kado. Kado yang ditukarkan tersebut telah didata oleh panitia, kemudian para Frater mengambil kupon berisi nomor sebelum masuk ruangan Refter dan nomor tersebut akan disebutkan sehingga semua peserta Natal Bersama mendapatkan kado sesuai nomor yang diperoleh. Natal Bersama berakhir dengan penuh sukacita. Waktu acara sekitar pukul 21.00, Para Frater bersama-sama membersihkan dan merapikan ruang refter seperti sedia kala. Kegiatan tidak berlangsung lama karena besok para Frater sudah memulai perkuliahan semester genap. 


Share:

0 Komentar:

Posting Komentar

Rektor Seminari Tinggi


R.P. GREGORIUS TRI WARDOYO, C.M.
Rektor Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang

Jangan Lupa Ikuti Kami

Logo

Postingan Populer

Arsip

Channel Kami